Jadwal Kejurnas Indoprix 2008

June 15th, 2008 by machinemadness

 Jadwal Kejurnas Indoprix 2008
Seri I         Sentul Jakarta 18 Mei 2008
Seri II        Sentul Jakarta 15 Juni 2008
Seri III       Kenjeran Jatim 3 Agustus 2008
Seri IV       Sky Land Sumsel 24 Agustus 2008
Seri V        Kaltim 30 November 2008.

Siapa Yang Mendidik Anak Ini?

April 7th, 2008 by machinemadness

Setelah menyetir terlalu lama sepulang dari kampung saya singgah
sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki
berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan saya.

"Abang mau beli kue?" Katanya sambil tersenyum. Tangannya segera
menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya.

"Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan," jawab saya ringkas dan akhirnya
dia berlalu.

Pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Gak sampe 20 menit kemudian
saya melihat anak tadi menghampiri calon pembeli lain. Saya lihat dia
menghampiri sepasang suami istri. Mereka juga menolak tawaran anak itu,
dan dia berlalu begitu saja.

"Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?" tanyanya tenang ketika
menghampiri meja saya lagi.

"Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang nih," kata saya sambil
menepuk-nepuk perut. Dia pun pergi, tapi cuma di sekitar restoran.
Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang
lalu dia tanya, "mau beli kue saya Bang, Pak… Kakak,… Ibu." Halus
budi bahasanya pikir saya.

Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya
melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau
tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya
enggan membeli kuenya.

Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil..
Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Namun belum sempat
saya menghidupkan mesin, anak tadi sudah berdiri di samping mobil. Dia
tersenyum kepada saya. Saya turunkan kaca jendela, dan membalas
senyumannya.

"Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang perlu bawa kue saya buat
oleh-oleh untuk adik- adik, Ibu atau Ayah abang," katanya sopan sekali,
sambil tersenyum. Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan
menyelak daun pisang penutupnya.

Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di
hati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp 20.000,-
padanya.

"Ambil ini Dik! Abang sedekah… Tak usah Abang beli kue itu." Saya
berkata ikhlas karena perasaan kasihan yang meningkat mendadak. Anak itu
menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan
kembali ke kaki lima restoran. Saya gembira dapat membantunya. .

Setelah mesin mobil saya hidupkan. Saya memundurkan. Alangkah kagetnya
saya melihat anak itu mengulurkan Rp20.000,- pemberian saya itu kepada
seorang pengemis buta. Saya terkejut, saya hentikan mobil, dan memanggil
anak itu.

"Kenapa Bang, mau beli kue ya?" tanyanya.

"Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu Abang
berikan ke Adik!" kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.

"Bang, saya tak bisa ambil duit itu.. Emak marah kalau dia tahu saya
mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah.
Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan
masih banyak, Mak pasti marah. Kata Mak mengemis kerja orang yang tak
berupaya, saya masih kuat Bang!" katanya begitu lancar. Saya heran
sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal saya
terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.

"Abang mau beli semua ?" dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah
saya kelu mau berkata.

"Rp 25.000,- saja Bang…." Dengan gembira dia memasukkan satu persatu
kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp 25.000,-. Dia mengucapkan
terima kasih dan berlalu dari pandangan saya.

Ya Tuhan!. Saya hanya bisa bertanya-tanya di dalam hati, siapakah wanita
berhati mulia yang melahirkan dan mendidik anak itu ?. Sesungguhnya saya
kagum dengan sikapnya. Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya…….

#diambil dari sebuah milis #

2 Manusia Super di Jembatan Setiabudi

April 7th, 2008 by machinemadness

Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki
mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.

Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :

Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia
super. Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya
diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira
delapan  tahun  menjajakan  tissue dengan wadah kantong plastik hitam.
Saat menyeberang untuk makan siang  mereka menawari saya  tissue diujung
jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat
tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh
mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari
kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya
mengangguk kearah mereka.

Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa
seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh
keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya,lagi
lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka
Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut
jembatan  tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan
kearah dalam  kantong itu , duapertiga  terisi  tissue putih berbalut plastik transparan .

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama  dan mendapati
mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka
terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta .

" Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!"  tukas mereka
, tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh
ribu rupiah .

" Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka
menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng,  lalu dengan
sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah
mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

" Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya
mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit
terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian  food court sebesar empat ribu rupiah .

" Nggak punya , tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil
saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya
kearah ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap , ia  menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya
dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya
yang masih tetap berhenti ,  lalu ia  mengejar wanita tersebut untuk
memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia
bilang " sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka
berkeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , Cuma ada empat ribu
, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu
diterima
siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.

Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya
tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar
" Om , bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang
ojek !".

" eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu
ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni
tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.

Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya ,
" Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar "
" Nggak apa apa , itu buat kalian " Lanjut saya
" jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu
bersikeras " Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha
membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung
jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat
kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.

" Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan  pack
tissue " Buat apa ?" saya terbengong

" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu "
walau dikembalikan ia tetap menolak .

Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya
kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya .
Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali
dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan
saya serta memberikan uang empat  ribu rupiah.

"Terima kasih Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup
sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain
menyahut " lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin
…" percakapan itu sayup sayup menghilang  , saya terhenyak dan kembali
kekantor dengan seribu perasaan.

Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan
kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka
berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka
tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta
dengan berdagang Tissue.

Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur
mereka yang begitu belia.

YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO

Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.

MT

Saya membandingkan  keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun
berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang
lain .

     "Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah
yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak"

Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan  teman lainnya
untuk lebih SUPER.

Aryadi N  SM 0304
QHSE Manager  I  BHM Corp I 0817 149369 I Oil and Gas

Durasi klep

August 17th, 2006 by machinemadness

Coba kita simak antara Honda Supra dan Kawasaki Kaze-R. Kapasitas silinder hanya beda 12 cc. Tapi mesin Supra lebih irit. Tengok durasi klep Supra. Klep isap ngebuka 2 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas). Dan menutup 25 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Durasi total 2 + 180 + 25 = 207 derajat.

Selanjutnya simak durasi klep Kaze-R. Klep isap ngebuka 20 derajat sebelum TMA dan nutup 60 derajat setelah TMB. Total durasi 20 + 180 + 60 = 260 derajat. Memang sih Kaze-R besar tenaga. Tapi bensin rada boros.